Kerja sama ini menggunakan skema swakelola tipe II yang dinilai lebih efektif mempercepat pelaksanaan program. Kontrak kerja sama telah ditandatangani sebagai langkah awal dimulainya kajian.
Baca Juga: Akhir Pekan di The Park XXI: Pilihan Film Menarik untuk Warga Kendari
Program ini dilatarbelakangi masih tingginya persoalan gizi di Indonesia, termasuk angka stunting dan rendahnya kebiasaan sarapan. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan sekitar 60 persen masyarakat Indonesia tidak sarapan, yang berpotensi memperburuk status gizi, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Melalui kajian ini, UHO akan mengidentifikasi tipologi wilayah terpencil, merumuskan sistem distribusi logistik yang efisien, hingga mengembangkan model pengelolaan SPPG berbasis potensi lokal.
Selain itu, kajian juga mencakup penyusunan sistem monitoring dan evaluasi berbasis data lapangan, sekaligus mendorong penguatan ekonomi desa melalui optimalisasi sumber daya lokal.
