Ujian Nasional bukan lagi menjadi penentu kelulusan seperti pada pelaksanaannya di masa lalu. Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa UN saat ini lebih berfungsi sebagai evaluasi sistem pendidikan.

“Sudah sejak lama kan memang tak menjadi penentuan kelulusan. Tetapi ada makna dengan adanya evaluasi itu. Namanya apa, nanti tunggu saja,” katanya.

Makna UN sebagai alat evaluasi ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menghadirkan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan merata. Dalam beberapa tahun terakhir, evaluasi pendidikan di Indonesia lebih banyak dilakukan melalui ujian sekolah atau asesmen berbasis kompetensi.

Pengumuman Mekanisme UN Sebelum Idulfitri 2025

Pemerintah menargetkan pengumuman resmi mengenai mekanisme pelaksanaan UN sebelum Idulfitri 2025. Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Prof. Toni Toharudin, menyebut bahwa konsep UN sudah hampir rampung dan tinggal menunggu penyelesaian akhir.