Walaupun cara menghajarnya sebenarnya masih memikirkan keselamatan dan cedera parah karena para pelatih itu masih menggunakan sarung tinju.

Oleh karena itu dengan proses pendidikan yang demikian keras dan brutal, anggota Spetsnaz awalnya dikhususkan untuk para pria.

Tapi mengingat banyaknya perempuan Rusia yang ternyata memiliki kemampuan bertempur lebih jago dari pria, per tahun 2008 Spetsnaz membuka penerimaan anggota perempuan.

Baca Juga: Dibombardir Rusia, Presiden Ukraina: Ini Genosida

Para prajurit wanita Rusia memang telah dikenal sebagai pasukan tempur yang tangguh. Rusia bahkan memiliki ribuan pasukan sniper yang terdiri dari para wanita.