Pada hari Jumat lalu, serangan Israel kembali mengguncang berbagai wilayah di Gaza. Serangan terbaru itu menewaskan sedikitnya 30 orang sejak dini hari, menurut laporan dari sumber medis dan petugas pertahanan sipil lokal.

Serangan tersebut tidak hanya menyasar pejuang bersenjata, tetapi juga menghantam infrastruktur sipil seperti sekolah, rumah sakit, pusat distribusi makanan, dan zona aman yang telah ditetapkan sendiri oleh Israel. Bahkan pabrik desalinasi air pun ikut menjadi target dalam pengeboman.

Situasi ini memunculkan reaksi emosional dari warga dan jurnalis yang berada di Gaza. Mereka membagikan pesan-pesan terakhir mereka melalui media sosial, dengan harapan dunia mendengar penderitaan mereka sebelum semuanya terlambat.

Jurnalis Mohammed Abu Mostafa mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap komunitas internasional dalam beberapa unggahan, dengan menulis, “Selamat tinggal kepada komunitas paling pengkhianat dalam sejarah. Dalam beberapa jam, Gaza akan terhapus. Anda hanya akan menemukan kami di surga.”

Sementara itu, aktivis dan jurnalis Palestina Aboud Battah mendesak orang-orang untuk berbicara tentang Gaza, dengan menulis, "Bicaralah tentang kami. Demi Tuhan, kami sedang dimusnahkan dalam diam."