Nama klub yang bermarkas di Stadion Kanjuruhan dan Stadion Gajayana, Malang ini diambil dari nama seorang legenda di Malang bernama Patih Kebo Arema yang di masa Kerajaan Singosari diperintah seorang raja bernama Raja Kertanegara.

Arema FC lahir jauh setelah Persema Malang didirikan. Lahirnya Arema dicetuskan Acub Zaenal, mantan Gubernur Irian Jaya yang juga mantan pengurus PSSI periode 80-an yang kala itu punya andil menelurkan pemikiran membentuk klub Galatama di Kota Malang.

Dalam seminar keolahragaan yang dibuat kala itu merekomendasikan kelayakan Kota Malang untuk memiliki sebuah klub Galatama yang profesional. Berdirinya Arema tidak lepas dari peran besar Derek, pemilih klub lokal Aremada '86 yang membuat awal nama Arema yakni Aremada, yaitu gabungan dari Armada dan Arema.

Masalah keuangan membuat Acub Zaenal kemudian mengambil alih Arema '86 dan namanya berubah menjadi Arema Malang serta ditetapkan pula sebagai klub peserta Galatama.

Arema juga disebut sebagai akronim dari Arek Malang yang merupakan komunitas asal Malang yang kemudian ditafsirkan menjadi sebuah komunitas suporter bernama Aremania.