Dikatakan, mantan anggota legislatif Kota Kendari 2014-2019 Fraksi PDIP itu mengutarakan kalimat bersifat larangan yang mengandung unsur SARA. Jika ingin mendukung salah satu calon presiden, dia meminta menggunakan pendekatan yang tidak rasis untuk menjatuhkan kandidat lain.
"Ini kan pendapat, kita luruskan. Semoga beliau tersadarkan bagaimana berargumen itu dibangun dengan kaidah-kaidah substansial dan rasional. Jangan sentimen seperti itu," ucapnya.
Dia mengajak para pendukung calon presiden sebaiknya mendorong pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) yang jujur. Memperlihatkan kinerja di hadapan publik mengenai pertarungan saling mengadu gagasan dan prestasi. Menurutnya, tim pemenangan mesti bicara substansi politik yakni dengan mengemukakan ide gagasan dari masing-masing kandidat.
Basir menganggap penyampaian Umar hanya sekedar suatu lelucon. Karena itu, dia menyerukan kepada pendukung Anies Baswedan agar tidak menyikapi secara berlebihan.
"Saya minta teman-teman para pendukung Mas Anies kalau bisa tahanlah. Tidak ada lapor melaporkan. Kita koreksi saja dan jangan kita ikut-ikutan seperti ini. Jangan menyerang balik. Kita para relawan akhirnya menjadi pelaku di dalamnya. Mari kita lakukan cara-cara demokrasi substansial. Apa demokrasi substansial itu, yah kita sampaikan sesuatu yang basisnya data, yang basisnya kerja nyata," pintanya.
