"Dan itu tidak memakan biaya yang banyak karena kalau sudah persoalan SARA yang disinggung maka secara emosional akan mudah mempengaruhi rasa emosi para pemilih," terangnya.
Najib menerangkan, bahaya dari kampanye politik identitas sangat berpotensi menimbulkan kekacauan, karena adanya konfigurasi yang kurang sehat antar pendukung.
Baca Juga: Kerahkan Bacaleg Potensial, Golkar Bidik 20 Kursi DPRD Provinsi Jawa Timur
Lanjutnya, pembicaraan masing-masing pendukung tidak lagi menyentuh masalah objektif politik.
"Lebih banyak menjual isu-isu yang tidak mendidik. Hanya menjatuhkan lawan itu hanya pada persoalan lebih identik dengan pribadi seseorang. Bukan pada kemampuan calon itu membawa Indonesia ke depan," jelasnya.
