Gurugram dihadapkan pada persoalan kurangnya fasilitas masjid untuk ibadah umat Islam. Para Muslim Gurugram melaksanakan salat Jumat mereka di taman-taman atau lahan kosong selama bertahun-tahun dengan persetujuan dari pihak berwenang.

Setidaknya ada 100 tempat digunakan untuk kegiatan ibadah Salat Jumat. Tetapi kegiatan ibadah Salat Jumat Muslim di Gurugram terus diprotes kelompok-kelompok Hindu, mereka bahkan telah mengganggu kegiatan salat dalam beberapa bulan terakhir. Aksi tersebut mendorong pejabat kota untuk menarik izin dari sebagian besar tempat sebagai lokasi Salat Jumat.

Dalam sebuah video yang menjadi viral Jumat lalu, seorang warga Hindu bernama Dinesh Bharti terlihat mengolok-olok seorang imam Muslim, yang diidentifikasi sebagai Shehzad Khan, mengatakan dalam bahasa Hindi: “Namaz nahi hogi yahan (Tidak akan ada doa di sini).  Dia diseret oleh polisi dan dilaporkan ditangkap kemudian karena hasutan dan gangguan perdamaian publik. Laporan media India mengatakan Bharti telah ditangkap atas tuduhan serupa sebelumnya juga.

Sebuah organisasi selaku payung kelompok Hindu, Sanyukt Hindu Sangharsh Samiti (Komite Perjuangan Bersama Hindu), bahkan mengeluarkan “ultimatum” kepada pihak berwenang. Mereka mengatakan akan bergerak sendiri menghentikan salat Jumat, jika Pemerintah Gurugram gagal melakukannya. 

“Kami memberikan peringatan yang sopan. Kami tidak akan mengirimkan lebih banyak memorandum. Maka itu, akan menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menjaga perdamaian, bukan milik kita,” tulis surat kabar Indian Express, mengutip pernyataan Presiden kelompok itu untuk wilayah Haryana, Mahavir Bhardwaj, pekan lalu, dilansir Republika.