Kolope biasanya disajikan bersama kelapa parut dan sedikit garam untuk memberikan cita rasa gurih. Makanan ini juga dapat disantap bersama ikan pindang yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan sebutan kapinda.

Wa Ode Ndoladi mengatakan kolope masih menjadi bagian dari kebiasaan kuliner masyarakat Muna dan kerap disajikan untuk keluarga.

"Selain untuk dimakan bersama keluarga, makanan tradisional seperti kolope juga menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat yang perlu dikenal oleh generasi muda," katanya.

Selain umbinya, tanaman gadung juga dimanfaatkan untuk keperluan lain. Daunnya dapat digunakan sebagai bahan pembuatan layang-layang tradisional masyarakat Muna yang dikenal dengan nama kaghati.

Pengolahan kolope umumnya dilakukan ketika umbi tersedia. Hasilnya dapat dibagikan kepada kerabat atau dipasarkan, sehingga makanan tersebut juga menjadi bagian dari kebiasaan berbagi di lingkungan masyarakat setempat.