BALI, TELISIK.ID - Oleh asuhan tangan Umbu, banyak sastrawan besar mencapai takdirnya. Nama-nama seperti Emha Ainun Nadjib, Korrie Layun Rampan, Suwarna Pragolapati, Joko S. Passandaran dan Arwan Tuti Artha, hingga penyanyi fenomenal Ebiet G. Ade.

Umbu Landu Paranggi lahir di Sumba, Nusa Tenggara Timur, pada 10 Agustus 1943. Menuntaskan sekolah rakyat hingga SMP di Sumba. Lalu SMA ditempuhnya di Yogyakarta, lalu menempuh perkuliahan di ke Fakultas Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada.

Pria yang yang khas dengan rambut gondrong itu juga digelari "Presiden Malioboro".  Panggailan itu lahir berkat dedikasinya proa dengan garis wajah keras itu menajamkan potensi anah asuhnya.

Persada Studi Klub (PSK) adalah kelas sastra yang diasuhnya itu. Didirikan sejak 5 Maret 1969, di kemudian hari klub ini berhasil melahirkan sastrawan ternama yang mewarnai nuansa sastra nusantara.

Karena itu banyak anak-anak muda yang mau mengasah nalar sastra berkunjung ke klub yang beralamat di jalan Malioboro Nomor 175 A. Umbu memang tertarik membina anak-anak muda. Baginya anak muda punya asa gigih.