Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, Andi memanfaatkan pemesanan secara online sebagai salah satu cara mendapatkan pasokan barang. Dalam sekali pemesanan, ia dapat mengeluarkan modal sekitar Rp 6 juta untuk membeli stok masker.

Andi mengaku bahwa stoknya bisa habis hanya dalam waktu tiga hari. Ketika persediaan mulai habis, ia kembali memesan barang agar stok tetap tersedia dan pelanggan tidak kesulitan mendapatkan masker.

Selain melayani pembeli perorangan, Andi juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan tambang. Kerja sama tersebut menjadi salah satu jalur pemasaran produknya untuk memenuhi kebutuhan masker dalam jumlah besar.

Dalam perjalanan usahanya, Andi awalnya berjualan menggunakan sepeda motor. Namun, setelah memperoleh laba yang dinilai cukup lumayan, ia memutuskan membeli mobil bekas untuk menunjang aktivitas berjualan.

Mobil miliknya tidak hanya digunakan untuk membawa barang dagangan, tetapi juga menjadi tempat beristirahat ketika cuaca panas. Dengan begitu, ia bisa beristirahat di dalam mobil saat menunggu pelanggan datang.