Ia menjelaskan, penerapan metode penilaian yang sistematis perlu didukung oleh kesiapan dosen dalam menyusun instrumen, menentukan indikator kompetensi, serta melaksanakan evaluasi berdasarkan standar yang sesuai dengan capaian pembelajaran.

“Penerapan OSCE perlu dipersiapkan secara matang agar penilaian dapat menggambarkan kemampuan mahasiswa sesuai kompetensi yang ditargetkan. Karena itu, peningkatan pemahaman dosen menjadi bagian penting dalam pengembangan kualitas pembelajaran di setiap institusi,” kata Titi.

OSCE merupakan metode penilaian terstruktur yang menggunakan sejumlah stasiun dengan tugas dan kriteria tertentu. Melalui pendekatan tersebut, kemampuan peserta dapat dinilai berdasarkan aspek keterampilan dan indikator kompetensi yang telah ditetapkan.

Ketua Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis UMW Kendari sekaligus Ketua Panitia, Sanatang, S.Si., M.Kes., mengatakan keterlibatan berbagai institusi dalam pelatihan ini membuka ruang untuk bertukar pengalaman dan menyelaraskan penerapan penilaian kompetensi mahasiswa.

“Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dosen dalam menerapkan OSCE, mulai dari persiapan penilaian hingga evaluasi hasil belajar. Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan di institusi masing-masing untuk mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa,” ujarnya.