JENEWA, TELISIK.ID - Anak-anak di Jalur Gaza terus menjadi korban dalam konflik yang berkepanjangan. Sejak perang kembali pecah dua tahun lalu, ribuan anak kehilangan nyawa dan sebagian lainnya hidup dengan cacat akibat kekerasan yang terus berlangsung di wilayah tersebut.

Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) pada Selasa (7/10/2025) menyampaikan laporan resmi mengenai dampak konflik Israel-Palestina terhadap anak-anak. Berdasarkan data organisasi tersebut, sekitar 61.000 anak dilaporkan tewas atau cacat sejak awal pecahnya konflik dua tahun terakhir.

Dalam konferensi pers di Jenewa, Juru Bicara UNICEF Ricardo Pires menjelaskan bahwa rata-rata satu anak tewas atau terluka setiap 17 menit di kawasan konflik. Ia menyebut angka tersebut sebagai kondisi yang tidak dapat diterima dan mencengangkan.  

“Anak-anak telah menderita dalam tubuh dan pikiran mereka untuk waktu yang terlalu lama, terus mengalami trauma dan dihadapkan pada kengerian yang seharusnya tidak pernah dilihat atau dijalani oleh seorang anak,” kata Pires dalam keterangan yang diterima telisik.id, Rabu (8/10/2025).

UNICEF juga menyoroti kondisi bayi di wilayah Gaza yang semakin memburuk akibat terbatasnya fasilitas kesehatan. Berdasarkan laporan organisasi itu, satu dari setiap lima anak di Gaza lahir prematur, namun fasilitas medis yang tersedia tidak mampu mendukung kelangsungan hidup mereka.