Baca Juga: Lanzarote: Pulau Vulkanik dengan Keunikan Alam dan Seni yang Tak Tertandingi
“Wilayah itu tidak memiliki infrastruktur yang diperlukan untuk memastikan kelangsungan hidup mereka, dengan laporan bahwa anak-anak tersebut dipaksa untuk berbagi masker oksigen agar tetap hidup,” ujar Pires.
Ia menambahkan bahwa tim UNICEF di Gaza masih menunggu izin untuk menyalurkan peralatan medis penting bagi bayi-bayi prematur.
“Kami berhasil memindahkan bayi-bayi tersebut ke fasilitas lain ketika rumah sakit tempat mereka dirawat harus dievakuasi, tetapi kami belum berhasil memindahkan inkubator, sejauh ini ditolak,” jelasnya.
Foto-foto yang dirilis oleh kantor berita Xinhua memperlihatkan situasi di lapangan. Sejumlah anak terlihat dirawat di rumah sakit di Gaza City pada 15 Januari 2025 setelah serangan udara Israel. Tenaga medis berupaya memberikan perawatan di tengah keterbatasan peralatan dan obat-obatan.
