Tubuh yang tidak membusuk karena dinginnya temperatur udara menjadi alasan di balik ilegalnya kematian manusia di wilayah tersebut.

Aturan itu muncul ketika flu Spanyol yang meresahkan warga ditemukan berasal dari mayat yang dikubur pada satu abad lalu.

Baca Juga: Satu-satunya di Dunia, Inilah Negara Tanpa Nyamuk

Pada Agustus 1998, tepat 80 tahun setelah pandemi flu Spanyol menyapu dunia, Kirsty Duncan dari Universitas Windsor memimpin tim ilmuwan ke wilayah tersebut.

Mereka memeriksa jaringan dari jenazah seseorang yang meninggal kemudian menemukan tubuh mayat yang masih terdapat virus influenza sejak kematiannya.