Baca Juga: 2030 Umat Muslim akan Jalani Puasa Ramadan 2 Kali dalam Setahun, Fenomena Langka
Al Neyadi menyatakan, ia tetap berencana menjalankan ibadah puasa Ramadan meskipun ada pengecualian baginya sebagai seorang musafir.
"Jadi apapun yang bisa membuat misi kami berantakan atau berisiko bagi kru, kami diperbolehkan untuk makan secukupnya untuk mencegah kekurangan nutrisi atau dehidrasi," katanya.
Jika tetap berpuasa, Al Neyadi menyatakan ia bisa mengikuti waktu Greenwich Mean Time, yang dijadikan waktu resmi di ISS. Meski ada pengecualian, tetap ada panduan bagi astronot muslim yang ingin tetap berpuasa. Salah satu panduan dikeluarkan oleh Department of Islamic Development Malaysia (JAKIM).
Berkaitan dengan puasa, ada dua poin yang disebut dalam panduan tersebut. Pertama, puasa diperbolehkan di ISS atau Qada alias menggantinya saat astronot pulang ke Bumi. Kedua, waktu berpuasa disesuaikan dengan zona waktu lokasi pemberangkatan astronaut.
