Agar klien merasa nyaman dan aman, beberapa pria bahkan mengaku mandi, merapikan rambut, dan memakai parfum sebelum bertemu.

Namun, tren ini juga menuai kontroversi. Sebagian masyarakat beranggapan bahwa afeksi pribadi seperti pelukan seharusnya tidak diperjualbelikan dilansir dari sindonews.com, Minggu (31/8/2025).

Layanan ini juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan ahli hukum Tiongkok, yang menilai adanya potensi penyalahgunaan jika tidak ada regulasi yang jelas.

Baca Juga: Unik: Eskalator Terpendek di Dunia, Petitcalator Cuma 83,4 Cm dengan 5 Tangga Bergerak

“Jika seseorang butuh kedekatan emosional, sebaiknya mengikuti kegiatan sosial atau komunitas relawan. Menyelesaikan semuanya dengan kontak fisik justru bisa menjadi bumerang,” komentar salah satu pengguna media sosial.