Di bawahnya ada jantan dominan yang menjadi pasangan kawin, sementara anggota lainnya tetap sebagai jantan non-reproduktif.

Ketika betina dominan mati atau menghilang, jantan terbesar dalam kelompok segera mengalami perubahan. Proses ini dimulai dari otak, diikuti perubahan hormon, lalu organ reproduksi.

Jantan tersebut tumbuh lebih besar, organ kelaminnya berubah menjadi ovarium, dan ia mengambil alih peran betina. Perubahan ini bersifat permanen, sekali menjadi betina, ikan badut tidak bisa kembali menjadi jantan.

Fenomena ini disebut hermafroditisme sekuensial protandri (protandrous sequential hermaphroditism). Kemampuan ini memungkinkan kelompok tetap memiliki pasangan reproduksi tanpa harus mencari individu baru dari luar, yang berisiko tinggi di ekosistem terumbu karang yang penuh predator.

Para ilmuwan menjelaskan bahwa perubahan dipicu oleh sinyal sosial dan hormon, dilansir dari nationalgeographic.grid.id, Minggu (27/9/2026).