"Rasanya sakit, dia (pemerkosa) tidak bisa kencing dan berjalan ketika itu. Jika dia (pemerkosa) mencoba untuk melepaskannya, maka akan menggenggam lebih erat tetapi bukannya lepas, kondom bergigi itu akan menyakitinya lebih parah," ujar Ehlers.
Dilansir dari Suara.com - jaringan Telisik.id, meski bisa menyakitkan dan melumpuhkan pelaku, kondom ini tidak melukai kulit atau menyebabkan pendarahan pada perempuan. Setelah digunakan, hanya dokter yang dapat melepasnya kembali dari organ intim perempuan.
Ehlers berharap inovasinya ini memberi efek jera bagi pemakainya dan mengurungkan niat pelaku pelecehan seksual untuk melancarkan aksinya.
Dia membagikan 30.000 kondom spesial ini selama Piala Dunia 2010 silam. Setelah acara besar itu, kondom istimewa ini dijual eceran seharga 2 dolar AS atau sekitar Rp 25 ribu setiap unitnya.
Baca Juga: 20 Daftar Skor Wanita Paling Cantik di Asia
