Untuk bisa bersama, mereka harus melewati berbagai skandal pribadi, pertumpahan darah keluarga, Perang Dunia I, dan Revolusi Bolshevik.
Terlepas dari kebenaran asal-usul yang belum diketahui, buku yang menceritakan kisah asmara Ali dan Nino telah menjadi karya sastra klasik di daerah tersebut, serta dianggap sebagai novel nasional di Azerbaijan.
Saking terkenalnya, Tamara Kvesitadze, seorang seniman dan pematung asal Georgia membuat monumen yang dapat bergerak pada tahun 2010. Karya seni logam yang memiliki tinggi mencapai 8 meter ini menggambarkan fitur wanita dan laki-laki yang agak transparan, diketahui bernama Ali dan Nino.
Bahkan patung tersebut dijuluki "Statue of Love" atau Patung Cinta. Monumen Ali dan Nino adalah simbol cinta, terlepas dari kebangsaan ataupun kepercayaan.
Uniknya, setiap pukul 7 malam, kedua figur itu akan bergerak ke arah satu sama lain, yang kemudian akan bergabung menjadi satu. Akan tetapi, karena rongga-rongga yang terdapat dalam patung tersebut, mereka akhirnya melewati satu sama lain dan tidak pernah menjadi satu.
