BEIJING, TELISIK.ID - Seorang pria sakit parah mampu bertahan hidup hingga 171 hari berkat hati babi hasil rekayasa genetika. Para ahli menyebut ini sebagai periode bertahan hidup paling lama yang pernah didokumentasikan untuk kasus transplantasi serupa.
Mengingat tidak adanya pengobatan standar yang efektif untuk sirosis dan hepatitis B parah yang dideritanya, seorang pria 71 tahun asal Provinsi Anhui akhirnya menerima transplantasi hati babi rekayasa genetika sebagai upaya terakhir.
Hati babi tersebut awalnya bekerja secara fungsional dalam tubuh pasien, namun harus diangkat pada hari ke-38 karena komplikasi xTMA.
Kondisi ini diidentifikasi oleh tim dokter sebagai bentuk penolakan tubuh atau komplikasi spesifik dalam prosedur xenotransplantasi.
Meski transplantasi telah diangkat, bantuan medis membantu pria tersebut bertahan hingga hari ke-171, sebelum pendarahan internal akhirnya merenggut nyawanya, dilansir dari Sindonews, Senin (2/2/2026).
