Guru itu menegur mereka dan berkata bahwa mereka tidak akan mengerti betapa sulitnya merawat kuku panjang kecuali mereka mengalaminya sendiri.
Chillal menerima tantangan itu dan memutuskan untuk tidak memotong kuku tangan kirinya lagi, sementara kuku tangan kanan tetap dipotong normal.
Selama lebih dari enam dekade, kuku-kuku itu terus tumbuh dan menjadi bagian dari hidupnya.
Chillal bekerja sebagai fotografer dan bahkan memodifikasi gagang kameranya agar bisa digunakan meski dengan kuku yang sangat panjang.
Ia menikah, memiliki dua anak, dan menjalani kehidupan sehari-hari meski menghadapi banyak kesulitan, seperti tidur harus sangat hati-hati, jari-jari tangan kiri kehilangan fungsi, dan berat kuku menyebabkan ketidaknyamanan serta kerusakan saraf, dilansir dari CNN Indonesia, Minggu (23/8/2026).
