Detailnya sangat mirip bus asli, kaca depan besar, lampu-lampu, spion samping, jendela penumpang, hingga roda-roda yang dipasang, dilansir dari Jawapos, Minggu (26/4/2026).
Supardi mengaku terinspirasi dari pengalaman merantau. "Sejak dulu saya kalau berangkat dan pulang merantau pasti naik Agra Mas. Jadinya saya pengin buat rumah seperti bus Agramas," ujarnya.
Ia ingin rumahnya beda dari yang lain dan sekaligus mengingat masa lalu perantauannya.
Sebagai mantan tukang bangunan, ia merancang sendiri menggunakan miniatur bus skala 1:20 sebagai acuan utama agar detailnya semirip mungkin.
Pembangunan rumah ini memakan waktu sekitar 6 minggu dan rampung menjelang Lebaran 2026.
