Riyanto menuturkan karena masuk sekolahnya siang sampai sore hari, akhirnya SMK tersebut diberi nama SMK Sore. Sekolah kejuruan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, terbukti dari jumlah murid cukup banyak.

“Waktu itu, setiap tingkat itu dibuka lima rombel (rombongan belajar) dan itu semua penuh,” lanjutnya.

Seiring berjalannya waktu, pengelola SMK Sore pun akhirnya mampu membangun gedung sekolah sendiri di Jl. Kelapa Manis yang sampai saat ini digunakan. Gedung SMK Sore berdiri sekitar tahun 1982.

Sejak memiliki gedung sendiri, pembelajaran tatap muka pun dilaksanakan pada pagi hari. Tidak seperti sebelumnya yang digelar pada siang sampai sore hari.

Namun, karena nama SMK Sore pada waktu itu sudah dikenal luas masyarakat. Pengelola akhirnya tetap menggunakan nama tersebut dan ditambah kata Masuk Pagi, sehingga nama SMK Sore Masuk Pagi pun dimunculkan.