Namun, jumlah siswa yang berminat masuk ke SMK Sore Masuk Pagi kian redup. Sekitar tahun 1990-an, jumlah murid pun merosot tajam.

Baca Juga: Buton Utara Dilanda Banjir, 11 Rumah dan Kantor Camat Tergenang

Menurutnya, merosotnya jumlah murid di sekolah swasta karena salah satunya andil kebijakan pemerintah daerah. Saat itu pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan bahwa siswa dari luar kota tidak boleh sekolah di dalam Kota Madiun. Kondisi ini membuat sekolah kehilangan siswa, yang memang banyak dari luar kota.

“Akhirnya kebijakan berganti, sekarang sistem zonasi. Sekolah swasta ya akhirnya tidak kebagian siswa,” jelasnya.

Riyanto menuturkan, untuk program studi yang ditawarkan di SMK Sore Masuk Pagi ada dua, yakni Akuntansi dan Pemasaran.