Reaksi masyarakat pun beragam. Sebagian memuji inisiatif ini sebagai cara kreatif meningkatkan semangat beribadah, terutama di kalangan masyarakat kurang mampu, sebagaimana dilansir dari rmoljatim.id, Minggu (22/2/2026).

Namun, tak sedikit yang mempertanyakan motivasi utama, apakah ini panggilan iman atau sekadar isi perut? Komentar seperti Tarawih karena pahala atau amplop? hingga Hebat, masjid full house setiap malam! membanjiri platform seperti Instagram dan TikTok.

Fenomena ini tak hanya menambah warna unik perayaan Ramadan di Sumenep, tapi juga memicu diskusi nasional tentang bagaimana sedekah bisa menjadi katalisator kehadiran jemaah.

(C)

Penulis: Merdiyanto