Para imigran Spanyol yang datang ke La Gomera mengadopsi sistem siulan penduduk asli, Silbo. Mereka kemudian menyesuaikannya dengan bahasa Spanyol, dilansir dari beritasatu.com.
Karena bahasa Spanyol tidak memiliki sistem nada yang kompleks seperti bahasa asli La Gomera, mereka menggunakan variasi nada untuk membedakan berbagai vokal. Sistem komunikasi ini terbukti sangat efektif, terutama bagi para gembala dan petani.
Ketika modernisasi mengancam kelestarian Silbo pada tahun 1990-an, pemerintah La Gomera mengambil inisiatif penting dengan menjadikan pelajaran Silbo sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar.
Upaya pelestarian bahasa Silbo Gomero telah membuahkan hasil yang mengagumkan. Kini, hampir semua penduduk pulau dapat berkomunikasi menggunakan bahasa siulan ini. Keunikan Silbo terletak pada kemampuannya untuk terdengar hingga jarak lebih dari dua mil.
Baca Juga: 3 Ritual Unik Pembawa Berkah di India, Mandi Kotoran Sapi hingga Menusuk Diri
