“Kami sebagai institusi pendidikan menghargai setiap suku dan agama yang ada di Indonesia dan tidak pernah mendukung atau memprovokasi pertentangan SARA. Sebagai pihak kampus, kami berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kedamaian serta mencegah terjadinya konflik antarsuku atau agama,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa sebagai lembaga pendidikan tinggi akan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman, toleransi, dan saling menghormati antarsuku serta agama.
Baca Juga: Terduga Pelaku Penista Suku Dijemput Helikopter
“Kami mengutuk segala bentuk diskriminasi dan intoleransi, dan kami berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang inklusif dan berpihak pada keadilan,” ucap Jamal yang juga merupakan alumni program S3 Sosiologi UNM.
Namun, Jamal juga mengatakan bahwa perlu menghargai hak mahasiswa untuk mengeksplorasi topik-topik yang relevan dengan bidang studi mereka dan menjalankan penelitian secara ilmiah. Bahkan jika ditelisik lebih dalam, skripsi itu justru memberi rekomendasi yang mendorong integrasi sosial.
