“Kami berharap lebih banyak mahasiswa mampu membuka lapangan kerja sendiri, mengingat tantangan di dunia kerja semakin berat,” ujarnya, Kamis (24/10/2024).

Terkait tantangan yang dihadapi, Dimas menyebutkan bahwa transisi musim merupakan salah satu kendala utama. Kualitas rumput menurun saat beralih dari musim hujan ke kemarau, yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan dan kerugian bagi peternak.

Mahasiswa lainnya, Ahmad Hafizh, menambahkan bahwa acara ini juga berfungsi sebagai platform untuk berbagi pengetahuan mengenai tantangan dalam dunia usaha.

Pameran ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menunjukkan potensi dan keahlian yang dimiliki. “Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa mampu berinovasi dan menciptakan produk yang bermanfaat,” ujarnya.

Baca Juga: Jadwal KM Tilongkabila Oktober 2024, Lewati Luwuk ke Gorontalo