Oleh: Dr. M. Najib Husain
Dosen FISIP UHO
ADA tiga ranah eksistensi partai politik, yakni: yang berada di kepengurusan partai (party in the office), yang berada di parlemen atau pemerintahan dan yang berada di konstituen/kelompok warga. Ketiganya harus menyatu dan saling bersinergi dalam temali gagasan atau ideologi yang diusung.
Sayangnya, makin hari laju keberadaan partai politik di tanah air makin kehilangan amunisi ideologisnya. Keterlibatan atas sejumlah kasus korupsi sejumlah kader partai di parlemen dan pemerintahan makin mengarahkan mesin partai pada praktek perburuan kekuasaan (rent seeker) demi tujuan pragmatisme memperkaya diri.
Para elite partai sibuk membangun dinasti politik, dibandingkan dengan mengurus dan memperbaiki negara. Kejadian terbaru bisa dilihat dengan dinamika di PDIP. PDIP yang tumbuh berkembang dengan baik karena trah politiknya Sukarno yang selalu dijaga dan dipertahankan.
