Jika di masa lalu robohnya partai politik karena ditebas oleh penguasa, maka tidak menutup kemungkinan di masa kini, kerobohannya karena ditebas oleh pragmatisme dan apatisme dari internal partai yang diuntungkan dengan trah politik Sukarno.

Kerugian yang akan dialami sifatnya akan sistemik karena model pemilihan serentak yang hanya berbeda bulan (pemilihan legislatif dan presiden pada Februari 2024,  Pilkada digelar November 2024) akan berpengaruh signifikan dengan Pilkada 2024 yang bersamaan tahunnya.

Pengalaman membuktikan PDIP sebagai pemenang Pemilu 2019 secara nasional ternyata berefek positif dengan Pilkada 2020 di Sulawesi Tenggara, walaupun tahun pelaksanaanya berbeda.

Di mana dari 7 kabupaten yang melaksanakan Pilkada serentak, 5 kabupaten dimenangkan oleh pasangan yang didukung oleh PDIP yaitu Muna, Wakatobi, Kolaka Timur, Konawe Utara, dan Konawe Kepulauan. PDIP sebagai partai pemenang di Pilkada 2020 di Sultra. (*)