Langkah Anies kala itu bisa dimahfumi bahwa memang Anies berambisi maju sebagai calon presiden. Hasrat politik Anies, sudah terlihat sejak September 2013 silam, ia mengikuti Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, kala itu ia bersaing dengan 11 nama lainnya.
Baca Juga: Gerak Politik PKS dengan Safari Ramadan
Jadi sangat wajar, jika Anies hanya dipasangkan sebagai nomor dua untuk mendampingi Prabowo, tentu dapat ditafsirkan ia akan menolak.
Momentum Anies saat ini untuk diusung sebagai calon presiden tentu terbuka lebih luas, apalagi tanpa adanya calon petahana.
Meski begitu, elektabilitas tiga besar, acap masih ada nama Prabowo Subianto dari Gerindra. Seperti disajikan oleh Indikator Politik Indonesia, hasil survei yang dirilis bulan Mei ini, bahwa elektabilitas tertinggi pertama dimenangkan oleh Ganjar Pranowo dengan 15,7 persen, sedangkan Anies saat ini berada diperingkat kedua di angka 14,6 persen.
