Ia menyebut salah satu mitra strategis BKKBN yaitu satgas stunting yang memiliki peran sebagai tim percepatan penurunan angka stunting. Kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting yang memiliki calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, baduta atau balita stunting terutama dari keluarga kurang mampu.

Pemanfaatan sumber daya lokal (termasuk bahan pangan lokal) yang dapat dipadukan dengan sumber daya kontribusi dari mitra lainnya. BKKBN juga memiliki tim pendamping keluarga risiko stunting. Setiap tim pendamping keluarga akan berjumlah tiga orang, yang memberdayakan potensi tokoh masyarakat dan kader yang sudah ada di desa tersebut dan tenaga kesehatan.
Di sisi lain, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tenggara, Sarjono mengatakan, peran serta media dalam memberikan informasi dan edukasi pada masyarakat juga diharap bisa membantu masyarakat terkait stunting dan pencegahannya.
Kepala BKKBN Sulawesi Tenggara, Asmar menuturkan, penyebab stunting bukan hanya karena krisis gizi tiap anak, tetapi berkaitan erat dengan kebersihan.
