Edukasi peranan keluarga dalam pencegahan stunting oleh jajaran Dinkes Kota Kendari. Foto: Ist.

 

Secara terpisah, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, La Ode Lawama, juga menyuarakan hal yang sama. Ia meminta agar organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, lebih aktif dalam memberikan edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat terkait stunting.

"Kasus stunting di Kendari masih cukup tinggi. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stunting di Kota Kendari mencapai 25,7 persen, lebih tinggi dari angka nasional yang hanya 21,5 persen. Namun, masih lebih rendah dibandingkan rata-rata provinsi Sulawesi Tenggara yang mencapai 30 persen," ungkap Lawama.

Baca Juga: Pemkot Kendari Maksimalkan Gerakan Orang Tua Asuh untuk Atasi Stunting

Ia menekankan pentingnya pengkajian lebih mendalam untuk mencari solusi atas tingginya kasus stunting di Kendari.