Harapannya, Pelita 2023 ini dapat memunculkan kesadaran kolektif, khususnya pada masyarakat Sulawesi Tenggara mulai yang terlibat secara langsung ataupun tidak terlibat secara langsung untuk berperan aktif untuk mensukseskan program literasi,  begitupun juga terhadap perlindungan bahasa daerah yang ada di Sulawesi Tenggara.

Ketua DPRD Sulawesi Tenggara, Abdurrahman Shaleh menuturkan, pesta literasi ini merupakan momentum yang tepat untuk 400-an bahasa yang ada di Sulawesi Tenggara untuk memperkenalkan dan melestarikannya.

"Suatu daerah bisa maju dan kuat jika bahasa kita angkat ke permukaan, termasuk dengan bahasa daerah kita," jelasnya.

Maka wajib untuk seluruh komponen masyarakat untuk terus menggunakan, melestarikan dan mengkampanyekan bahasa daerah masing-masing, khususnya bahasa daerah yang ada di Sulawesi Tenggara.

Baca Juga: 2 Siswa Asal Kendari Wakili Sulawesi Tenggara di Ajang Parlemen Remaja 2023