Oleh: Efriza

Dosen Ilmu Politik di Beberapa Kampus dan Owner Penerbitan

SAAT ini publik disuguhi berita elite-elite partai sedang berjuang menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Elite-elite partai cenderung berupaya menaikkan elektabilitas partai politiknya masing-masing.

Kenaikan elektabilitas ini dilakukan dengan beragam cara, seperti Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang melakukan safari politik ke daerah-daerah, Partai Amanat Nasional (PAN) melalui Zulkifli Hasan sebagai ketua umum yang melakukan pidato politik kebangsaan, sedangkan Partai Keadilan Sosial (PKS) melakukan upaya konsolidasi internal anggota-anggotanya dengan melakukan Rapat Kerja Nasional (Rakernas), Partai Nasdem yang sempat menawarkan konvensi rakyat melalui koalisi untuk penentuan calon presiden, ke semua langkah-langkah itu muaranya satu tentang Pilpres 2024 mendatang.

Berbagai hasil survei cenderung menempatkan tiga besar nama pada sosok Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan. Sayangnya, di tengah keinginan berkecamuk di masyarakat mengharapkan banyaknya wajah-wajah baru di Pilpres 2024 mendatang, ternyata nama-nama lama tetap bersikeras membangun persepsi masih layak maju sebagai calon presiden di Pilpres mendatang.