Menunjukkan bahwa Prabowo dapat menjadi ‘king maker’dan siapa yang akan diajukan oleh Partai Gerindra juga dapat berasal dari ‘bisikan’Sandiaga Uno. Singkat kata, figur Anies Baswedan dapat diusung oleh Gerindra juga tergantungnya dirinya, berada didalam ‘tenggorokan’ Sandiaga Uno.
Di sisi lain, kekalahan tiga kali Prabowo dalam Pilpres juga menjadi catatan tersendiri dari partai-partai politik saat ini dalam mengusung Prabowo. Popularitas dan Elektabilitas Prabowo yang tinggi saat ini sebenarnya juga masih bisa diperdebatkan sebab banyak yang menganggap elektabilitas tinggi itu tak lagi setinggi sebelumnya tepatnya pada dua kali Pilpres 2014 dan 2019 lalu.
Potensi tingginya popularitas dan elektabilitas Prabowo sejatinya juga pertarungan “dua rivalitas” antara Prabowo dan Anies Baswedan sesama figur dari Islam Kanan. Potensi suara dari oposan pemerintah yang berada di masyarakat, meski hanya sebesar 25-30 persen, tetapi menunjukkan persaingan antara Prabowo dan Anies Baswedan berbagi persentase suara dari perwakilan Islam Kanan.
Ruang Gerak Terbatas Ganjar Pranowo
Ganjar Pranowo yang juga memiliki popularitas tinggi malah tak serius benar-benar diperhatikan oleh partai-partai politik lain, kecuali Golkar. Partai Golkar tetapi tak seserius Nasdem kala mengusung Jokowi sebagai calon presiden. Partai Golkar memainkan isu Ganjar Pranowo hanya untuk menganggu upaya koalisi Partai Gerindra dan PDI Perjuangan yakni mencoba memasangkan Prabowo Subianto dengan Puan Maharani.
