Ketika bangunan koalisi akan dilengkapi oleh Partai Demokrat. Hanya saja, tingkah congkak, Partai Demokrat yang menginginkan di antara paket pasangan calon ini harus ada nama Ketua Umum Partai Demokrat yakni Agus Harimurti Yudhoyono.

Di tengah situasi belum adanya kepastian tersebut. Puan Maharani mencuri perhatian melalui safari politiknya. Akhirnya, peta politik koalisi ini seakan hanya sekadar kumpulan partai-partai dengan nama wadah kebersamaannya saja. Ketika Puan Maharani menemui Nasdem, serasa Nasdem langsung goyah pendiriannya.

Nasdem melalui komunikasi politik elitenya menyatakan, terbuka rapat kerja nasional (rakernas) hasilnya dapat berubah kembali. Nasdem disinyalir juga memikirkan terbuka untuk memadukan Puan-Anies/Anies-Puan. Ini menunjukkan kecenderungan koalisi tiga partai dari Nasdem-PKS dan Partai Demokrat dapat saja batal.  

Nasdem dan Partai Demokrat saat ini dalam posisi saling menunggu. Partai Demokrat terkesan masih ‘jual mahal’ belum menentukan pilihan diantara tiga koalisi yang ada. Padahal kuat dugaan Partai Demokrat mengkhawatirkan Nasdem pindah pilihan berkoalisi dengan PDIP, dengan juga turut membawa Anies Baswedan untuk saling berbagi kesepakatan di antara kedua partai tersebut.

Ini menunjukkan jika Partai Demokrat berkoalisi dengan Nasdem dan PKS, tetapi ketika ditinggalkan oleh Nasdem, artinya koalisi ini zonk. Jika hanya PKS dan Partai Demokrat tentu saja tidak akan ada koalisi, sebab tidak dapat memenuhi persyaratan presidential threshold.