Sehingga PDIP melakukan upaya menekan laju dinamika dan konsentrasi ketiga partai tersebut. Dengan juga menyatakan bahwa PDIP tetap akan bekerjasama politik dengan partai politik lain, tetapi nanti, diharap bersabar disaat yang tepat dan saat persiapan sudah matang.

PDIP juga malah meminta partai-partai politik lainnya dan ketiga koalisi tersebut untuk bersabar, menunggu arah politik PDIP mau kemana dan akan melakukan apa, sabar saat ini PDIP sedang melakukan kekuatan soliditas internal partainya.  

Ini menunjukkan bukan sekadar laju dinamika koalisi yang menurun, kukuhnya bangunan koalisi juga dapat diganggu oleh PDIP. Sisi lain, koalisi dan partai-partai ini semestinya menyadari sedang ditampar oleh PDIP, dengan PDIP meminta mereka bersabar karena PDIP sedang konsolidasi dan menguatkan soliditas internal partainya.

Semestinya juga ketiga koalisi yang ada, partai-partainya berani untuk mengambil momentum, unjuk kekuatan partai dan koalisi. Tetapi faktanya, mereka malah ketergantungan oleh PDIP. Wajar akhirnya, peta politik koalisi tergantung oleh pergerakan politik PDIP, koalisi lain sedang menunggu, menunggu PDIP. (*)