GAZA, TELISIK.ID - Situasi kemanusiaan menjadi sangat menyedihkan, tidak hanya bagi penduduk Kota Rafah tetapi juga bagi satu juta pengungsi Palestina di sini yang kelaparan, haus dan trauma seiring dengan berlanjutnya perang. Berapa pun jumlah bantuan yang diberikan, itu tidaklah cukup.

Orang-orang mencoba untuk bertahan hidup. Kementerian kesehatan menjelaskan bahwa sektor kesehatan di Gaza sedang menghadapi krisis yang parah. Ini karena puluhan pusat kesehatan berhenti beroperasi akibat kekurangan bahan bakar dan bombardir yang dilancarkan militer Israel.

"Masyarakat tidak mempunyai apa-apa tanpa rumah, tanpa akses terhadap makanan, tanpa air dan tanpa pasokan medis. Jadi pemandangan di penyeberangan Rafah merupakan respon yang wajar, ketika orang mati kelaparan, ketika mereka lapar, inilah yang akan kita lihat terjadi," dilansir dari Aljazeera.com.

Baca Juga: Update Palestina: Israel Serang Warga Sipil hingga Rayakan Festival di Masjid Al Aqsa

Data terkait menyebut lebih dari 60 persen pemukiman warga di Gaza telah hancur, termasuk lebih dari 56.000 unit rumah hancur total dan 224.000 unit hancur sebagian. Penghitungan akhir unit dan bangunan yang hancur masih belum tersedia karena adanya serangan udara Israel.