3. Serang RS Indonesia di Gaza
Seorang warga negara Indonesia sekaligus relawan Mer-C di Jalur Gaza, Fikri Rofiul Haq, bahkan menyebut Yerusalem sempat mengirimkan bom ke area Rumah Sakit (RS) Indonesia.
Akivatnya satu orang pegawai Mer-C lokal meninggal syahid akibat serangan tersebut. Kebanyakan, tambahnya, relawan Mer-C sedang berada di 3 sampai 5 meter saja dari jarak bom tersebut.
Lebih lanjut Fikri menyebut saat ini rumah sakit sangat membutuhkan obat-obatan dan juga medis. Mereka kekurangan karena bertambahnya jumlah korban luka-luka yang dilarikan ke rumah sakit.
Sebagai informasi, Jalur Gaza bagian utara yang menjadi tempat rumah sakit bertepatan dengan perbatasan Israel, sehingga tidak sedikit korban yang jatuh dan dilarikan ke rumah sakit tersebut.
