KENDARI, TELISIK.ID – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum dan Taman Budaya Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat transformasi pengelolaan museum dan taman budaya agar semakin berorientasi pada publik.

Sepanjang 2025 museum tidak lagi diposisikan semata sebagai ruang koleksi, tetapi sebagai ruang hidup yang melibatkan masyarakat secara aktif.

Arah tersebut diwujudkan melalui peningkatan program seni dan budaya, penguatan fungsi edukasi dan rekreasi, serta pelibatan komunitas dan generasi muda dalam berbagai kegiatan.

Kepala UPTD Museum dan Taman Budaya Sultra, Laudin, mengatakan museum dan taman budaya saat ini dituntut menjadi ruang publik yang inklusif dan dekat dengan masyarakat.

“Museum tidak lagi hanya soal koleksi, tetapi bagaimana publik terlibat dan merasa memiliki,” ujarnya kepada telisik.id, Selasa (23/12/2025) pekan lalu.