Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, terutama pada pementasan yang digelar pada malam hari. Menurut Laudin, hal ini menjadi indikator kuat bahwa ruang seni dan budaya memiliki potensi besar sebagai pusat aktivitas publik.

Dari sisi kunjungan, 2025 menjadi momentum positif bagi museum. Jika sebelumnya didominasi pelajar, kini kunjungan masyarakat umum meningkat signifikan.

Museum juga mulai menerima kunjungan wisatawan mancanegara, yang menunjukkan meningkatnya daya tarik museum sebagai destinasi edukasi dan budaya.

“Ini menunjukkan museum mulai dikenal luas dan tidak lagi dianggap ruang eksklusif,” kata Laudin.

Partisipasi daerah dalam pementasan seni di Taman Budaya juga semakin luas, dengan hampir seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara mengirimkan perwakilan.