Belajar dari kasus kematian dan kesakitan petugas penyelenggara pemilu 2019 seharusnya membuat kita semua menjadi sadar dan waspada agar kejadian yang sama tidak terjadi lagi. Apa pun kemungkinan sebabnya.
Karena itu perlu ada mitigasi risiko, misalnya dengan terlebih dahulu melakukan penilaian status kesehatan sebelum petugas pemilu itu direkrut atau sebelum bertugas. Penilaian awal ini sangat penting untuk menyaring dan perawatan selanjutnya, baik pada hari H minus satu maupun setelah rekapitulasi suara diumumkan.
Mengapa perlu penilaian status kesehatan sebelum bertugas? Hemat penulis setidaknya ada lima alasan mengapa stutus kesehatan petugas penyelenggara pemilu 2024 harus dinilai sebelum bertugas: Pertama, untuk menyeleksi siapa yang mampu dan siapa yang tidak mampu mengemban tugas sebagai petugas pemilu.
Kedua, untuk mengetahui status kesehatan petuga sebelum bekerja. Ketiga, untuk mengatur penempatan di bidang tugas sesuai status kesehatan yang dimilikinya. Keempat, sebagai dasar untuk perawatan berikutnya.
Kelima, bila terjadi risiko sakit massal seperti pada tahun 2019, maka hasil pemeriksaan awal dan perawatan setelahnya itu dapat menjadi dasar bagi penegak hukum untuk melangkah. Demikian pula bila terjadi kematian, hasil penilaian kesehatan tersebut dapat dijadikan sebagai petunjuk awal. Meski tetap harus menunggu pemeriksaan otopsi guna memastikan sebab kematiannya.
