"US kita siapkan dengan dua tipe, yaitu secara online dan tertulis. Untuk online, akan berlaku bagi siswa yang terdampak atau mengalami gejala-gejala pandemi COVID-19, dan yang tertulis akan berlaku bagi siswa yang tidak terjangkit penyakit itu bisa mengikuti US di sekolah, yang tentunya dilakukan secara terbatas, dan tetap mengutamakan protokol kesehatan," ujarnya.
Baca Juga: 80 Persen Kepala Sekolah di Wakatobi Milenial
Sementara itu, Kabid SMA Dikbud Sultra, La Samahu mengungkapkan, US tahun ini dikelola sepenuhnya oleh pihak Dikbud, mulai dari pembuatan soal serta sistem pelaksanaannya.
"Karena ini merupakan ujian penentu kelulusan, jadi proses dan mekanismenya kita yang atur. Di mana untuk soalnya itu kita desain secara teratur dan tersistematis, sesuai dengan pedoman kurikulum K13 yang berlaku," katanya.
"Untuk materi soalnya diambil dari kelas (X) sebesar 20 persen, kelas (XI) 30 persen, dan kelas (XII) sebesar 50 persen," sambungannya.
