Tantangan utama yang dihadapi Dinowiadi adalah minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan helm.
Hal ini terlihat dari kondisi helm pelanggan yang seringkali sangat kotor, mulai dari serangga yang menempel, bau busuk, hingga lumpur yang menempel.
Selain itu, proses pencucian helm yang rumit juga menjadi tantangan tersendiri. Dinowiadi memilih untuk menggunakan metode pencucian manual agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal dan menjaga kondisi helm agar tidak rusak.
Metode praktis seperti penggunaan semprot pembunuh jamur dan bakteri serta vakum pengering, menurut Dinowiadi, tidak memberikan hasil yang maksimal. Hal ini lah yang menurutnya menjadi salah satu faktor yang menyebabkan banyak usaha pencucian helm gagal.
Baca Juga: Publik Harus Perduli pada Kriminalisasi 2 Warga Torobulu Oleh PT WIN
