Kerenggangan hubungan Saudi dan Thailand bermula pada 1990, ketika salah satu warga Bangkok, Kriangkrai Techmong, yang saat itu bekerja sebagai petugas kebersihan di rumah salah seorang pangeran Saudi.

Techmong mencuri berlian permata paling berharga senilai US$20 juta atau setara Rp286 miliar dari rumah pangeran tersebut.

Sebelum ditangkap, ia sempat menjual sebagian besar permata itu. Polisi Thailand kemudian mengembalikan beberapa berlian tersebut.

Namun, Saudi mengklaim hampir seluruhnya palsu, sementara berlian yang paling mahal dengan sekitar 50 karat berlian masih belum diketahui keberadaannya.

Dikutip AFP, Kriangkrai menjalani hukuman lima tahun penjara atas pencurian permata di Saudi.