Fauziah juga mengungkapkan, saat ini semua puskesmas turun di wilayah banjir. Dinkes juga berkoordinasi dengan lurah dan camat di wilayah yang terendam banjir. Kendala saat ini yang dialami oleh Dinkes yaitu kekurangan tenaga kesehatan dalam hal ini tenaga dokter.

Di waktu yang sama, dr. Abim dari Puskesmas Nambo mengatakan, saat ini sebagian masyarakat rawan terkena infeksi yang ditandai dengan demam.

Baca Juga: Aparat Bantu Selamatkan Pasien dan Kendaraan Tertimbun Lumpur

"Bencana banjir seperti ini rawan terjadinya demam dan infeksi. Penyakit ini sangat mudah tersebar karena air kotor," kata dr. Abim.

Surono yang merupakan warga Kampung Salo, memeriksakan diri usai dijepit mobil saat menyelamatkan diri dari banjir. Beberapa masyarakat lainnya juga mengalami luka-luka bagian kaki dan dan tangan karena menginjak beling, dan sudah ditangani oleh petugas kesehatan. (A)