MADAGASKAR, TELISIK.ID - Masyarakat Madagaskar punya ritual unik untuk merayakan ikatan kekeluargaan. Namanya Famadihana atau dikenal juga dengan sebutan turning of the bones.
Tradisi itu berisi menari bersama mayat yang telah dikubur dan digali kembali makamnya. Melansir Live Science, suku Malagasi meyakini, roh hanya dapat melakukan perjalanan ke alam baka, ketika tubuh telah berubah menjadi debu. Melansir Okezonenews.com, selama mayat dalam kubur masih memiliki tulang, selama itu pula mereka akan tetap menganggapnya ada di dunia.
Suku Malagasi percaya, mereka harus tetap merawat mayat dari orang yang telah meninggal. Setiap beberapa tahun, biasanya selama musim dingin yang kering di Madagaskar, orang-orang Malagasi berkumpul untuk melakukan ritual kematian suci yang disebut Famadihana.
Famadina dikenal sebagai perayaan besar untuk menghormati kematian. Secara budaya, Famadihana adalah ritual kematian yang sangat penting. Anggota keluarga dapat melakukan perjalanan selama berhari-hari dengan berjalan kaki ke ruang bawah tanah atau kuburan keluarga leluhur mereka, dimana upacara akan berlangsung. Seringkali seluruh desa akan melakukan Famadihana secara bersamaan.
Baca Juga: Wali Kota di Negara Ini Wajib Nikahi Buaya Betina, Tujuannya Bikin Kaget
