Suku Malagasi akan menggali, membungkus tulang dengan kain dan tikar yang diikat tali. Saat itu anggota keluarga bisa meminta berkah kepada leluhur mereka dan berteriak gembira menyambut bungkusan tulang leluhur.

Ketika festival berakhir, mayat-mayat itu harus dikembalikan ke dalam makam sebelum matahari pensiun di balik cakrawala. Dilansir dari Jernih.co, mayat-mayat itu dikuburkan bersama bekal kubur berupa barang, seperti uang dan alkohol sebagai hadiah yang diletakkan secara terbalik sebagai simbol berakhirnya siklus hidup dan mati.

Baca Juga: Wanita Cantik Ini Miliki 2 Vagina, Repot saat Haid hingga Rasakan Sensasi Aneh

Ketika makam ditutup, menjadi momen perpisahan yang penuh emosional, untuk kemudian bersua dalam perayaan berikutnya. Dan kemungkinan mereka yang hidup saat ini akan menjadi mayat yang dibangkitkan dari kubur di masa mendatang.

Profesor Maurice Bloch, antropolog yang telah mempelajari ritual di Madagaskar, mengatakan upacara itu adalah kesempatan untuk reuni keluarga. Menghadirkan kembali tulang belulang yang sudah mati, merupakan simbol kebangkitan dan kebersamaan sebagai bentuk kecintaan. (C)